Pesawat Bengong – Sebagai destinasi wisata dunia yang paling terkenal, Bali diketahui memiliki beragam keanehan dan keunikan tersendiri. Salah satu yang sering menjadi perbincangan dan mengundang rasa penasaran adalah pesawat bengong atau jika para bule yang menyebutnya abandoned aircraft. Bankai pesawat Boeing 737 terparkir begitu saja di tanah terbuka, bukan hangar ataupun bandara Ngurah Rai yang sebenarnya tak seberapa jauhnya.

Tak hanya satu, melainkan ada dua lokasi yang diketahui memiliki onggokan bangkai pesawat airbus. Rasa penasaran datang akan identitas kedua bangkai pesawat ini karena ketiadaan identitas milik maskapai mana kedua pesawat tersebut. Masyarakat pun tak banyak yang tahu alasan kenapa pesawat yang masih utuh seperti itu dibiarkan terbengkalai begitu saja. Karenanya dinamailah keduanya sebagai situs Pesawat Bengong.

Lokasi Keberadaan Pesawat Bengong

Lokasi pertama keberadaan Pesawat Bengong adalah di Bukit Peninsula, tak jauh dari Pantai Pandawa di Kutuh, Kuta Selatan. Meskipun tempatnya dekat dengan Jalan Raya Nusa Dua, akan tetapi badan pesawat tak begitu tampak dari kejauhan. Hal ini dikarenakan pesawat berada di sebuah tanah lapang yang agak tertutup dari jalan utama.

Tempat ini merupakan sebuah lapangan terbuka milik pribadi yang berada di tepi sebuah tebing karang. Di sekitarnya terdapat beberapa kontainer besar yang sedikit banyak ikut menyembunyikan benda raksasa ini. Jelas bukan merupakan pesawat jatuh atau semacamnya, karena tak terlihat ada kerusakan bekas tabrakan pada badan pesawat.

Tak jauh dari lokasi pertama, sekitar lima kilometer jaraknya, lokasi yang Pesawat Bengong kedua lebih ‘meng-kota’ lagi. Terletak di sebelah restoran cepat saji Dunkin Donuts di Jalan Ngurah Rai. Pesawat yang satu ini berada di tempat yang lebih terbuka dan mudah dilihat. Hanya terpisah gang dari merek donat asal Amerika Serikat tersebut.

Jika bingung untuk menuju ke objek ini, anda bisa sewa mobil dengan supir, nanti supir akan mengantarkan anda sampai ke tempat tujuan anda. Jasa terpercaya dan terbaik di Bali untuk masalah sewa mobil bali lepas kunci bisa anda percayakan pada raskitatour.com.

Tarif Melihat Pesawat Bengong

Agak aneh menyebutkan tarif berkunjung di sini, karena keduanya bukanlah obyek yang dikelola dengan baik. Namun karena merupakan properti pribadi dan berada di lahan milik perorangan, maka sudah menjadi hak mereka jika ingin mematok tarif berkunjung. Dua pesawat tersebut memiliki tarif yang berbeda serta sudut pandang yang berbeda pula.

Untuk pesawat yang berada di dekat Pantai Pandawa yang di rangkum dalam pilihan paket city tour bali, hanya diizinkan untuk melihat dari kejauhan (ketinggian). Dengan membayar Rp 10.000, penjaga di sana akan menunjukkan di mana lokasi untuk bisa melihat badan pesawat (dari atas kontainer). Sedangkan untuk pesawat yang berada di dekat Dunkin Donuts di Jalan Ngurah Rai, dipatok harga sebesar Rp 50.000 dan akan dipandu melihat isi kabin pesawat.

Rahasia Di Balik Pesawat Bengong

Kedua pesawat tersebut dimiliki oleh dua orang berbeda, satu warga negara Indonesia dan satu warga negara asing. Waktu kedatangan badan pesawat pun dalam periode yang dapat dikatakan berdekatan, sekitar 4 sampai 5 tahun lalu. Masih belum diketahui apa hubungan kedua orang tersebut hingga meletakkan kedua pesawat di lokasi yang cukup berdekatan. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui mengenai Pesawat Bengong yang ramai diperbincangkan, terutama oleh turis asing:

1. Direncanakan Sebagai Sebuah Restoran Pesawat

Kabarnya, badan pesawat yang ada tersebut hanyalah rangka luarnya saja. Interior serta turbin mesin dan segala kelengkapan lainnya sudah dilepas. Masih menurut sumber yang sama, keduanya direncanakan akan diubah menjadi restoran berkonsep pesawat terbang. Namun tak jelas kapan rencana tersebut akan terealisasikan, karena hingga kini tidak ada tanda-tanda akan segera dilakukan pembangunan di kedua lokasi.

2. Asal Mula Badan Pesawat

Pesawat yang berada dekat Pantai Pandawa merupakan milik orang Australia yang dibeli dari Surabaya dari sebuah maskapai penerbangan nasional. Sementara pesawat yang ada di samping Dunkin Donuts adalah milik seorang pengusaha asal Jakarta. Kedua pesawat tidak didatangkan ke Bali dalam keadaan utuh seperti yang terlihat sekarang. Melainkan dibongkar dan diangkut menggunakan kontainer, baru kemudian dirakit kembali di lokasi.

Lihat juga destinasi lainnya: Pantai Dreamland

Inilah yang menyebabkan kegemparan akan pesawat yang tiba-tiba muncul. Bahkan menurut pengakuan warga setempat, mereka tak tahu kapan pesawat-pesawat tersebut datang dan dirakit. Awalnya asal mula pesawat dan alasannya berada di sana tak ada yang mengetahui. Itu sebabnya, Pesawat Bengong menjadi terkenal dan banyak dikunjungi karena keanehannya yang muncul tiba-tiba bak disulap dari udara kosong.

3. Tak Mendapat Izin Usaha

Sang pengusaha Australia belum juga merealisasikan restoran berkonsep pesawat terbang di dekat Pantai Pandawa karena terkendala masalah kap sudah, tersimpan aman di dalam kontainer. Bahkan kontainer yang berada di dekat badan pesawat sperizinan. Padahal segala perlengkapan restoran, mulai dari meja, kursi, serta segala perlengkapan lainnya lengudah disiapkan untuk menjadi dapurnya.

Andaikata masalah perizinan beres, maka akan ada satu konsep restoran unik lain yang bisa dijadikan sebagai rujukan di Pulau Dewata. Karena semua perlengkapan dan kelengkapan sudah tersedia. Hanya menunggu masalah izin pembangunan (dan mungkin izin usaha) saja.

4. Tak Mendapat Dukungan Investor dan Waktu Sewa Lahan Terbatas

Berbeda dengan pesawat di dekat Pantai Pandawa, pembangunan restoran pesawat yang berada di sebelah Dunkin Donuts tekendala masalah biaya. Pengusaha asal Jakarta tersebut gagal mendapatkan suntikan dana segar dari investor. Sehingga tak bisa mewujudkan ide konsep restoran pesawat di kompleks pertokoan padat tersebut.

Wisata di bali yang seru mamacu adrenalin: Bali Paragliding Tandem Flight

Masalah lain yang dihadapi adalah terkait dengan sewa lahan. Lahan kosong di lokasi strategis tersebut hanya memiliki jangka waktu sewa selama 10 tahun saja. Diperkirakan sewanya akan berakhir antara tahun 2024 atau 2025 mendatang. Jika melihat kondisi sekarang, sepertinya restoran pesawat yang direncanakan tersebut hanya akan tinggal rencana.

5. Jadi Obyek Wisata karena Mengundang Rasa Penasaran Wisatawan

Kedua pesawat terlantar tersebut menjadi terkenal karena lokasi keberadaan pesawat yang aneh dan tak biasa. Satu berada di salah satu pusat keramaian, sementara satu lagi berada di lapangan terbuka dekat tebing. Terlebih lagi awalnya tak ada yang tahu kenapa dan bagaimana kedua pesawat itu bisa berada di lokasi masing-masing.

Kondisi pesawat mirip seperti pesawat yang terdampar, karena dibiarkan tergeletak tak terurus dengan semak belukar tumbuh subur di sekitarnya. Akan tetapi tidak ada tanda-tanda akan pesawat jatuh di kedua lokasi. Serta badan pesawat juga masih terlalu utuh untuk dikatakan sebagai pesawat jatuh.

Alasan itulah yang mengundang rasa penasaran, khususnya para turis asing. Dari sanalah mulai banyak yang mengulas mengenai kedua pesawat dan mencoba mencari tahu tentang asal mulanya. Memang seringkali justru turis asing yang pertama kali mengekspos mengenai keanehan (dan keunikan) yang ada di Bali.

Sebenarnya, sudah ada yang lebih dulu merealisasikan konsep restoran pesawat di Bali, yaitu Plane Rooftop Bar di Jalan Raya Semer-Kerobokan. Tidak diketahui pasti apa penyebab bar berbentuk pesawat tersebut ditutup pada 2016 silam. Namun keberadaan badan pesawat di atas sebuah bangunan dapat langsung menjadi fokus pandangan mata.

Selain itu, masih ada satu restoran berkonsep pesawat di Bali yang sukses mendapatkan izin dan beroperasi. Terletak di Keramas, Gianyar dan diberi nama sebagai Keramas Aero Park Inflight Restaurant. Mungkin seperti itulah gambaran yang ingin direalisasikan oleh kedua pengusaha Jakarta dan Australias pada Pesawat Bengong.